Menulis #dirumahaja

gambar: artikula.id


Menulis merupakan aktifitas menuangkan ide/gagasan yang ada di pikiran kita ke dalam sebuah tulisan. Hasil tulisan yang kita miliki adalah implementasi kita dalam mengaktualisasikan ide/gagasan tersebut. Berbagai macam tulisan dapat kita buat melalui kebiasaan dan kepercayaan diri yang kita miliki.

Banyak orang yang berpikir, kegiatan menulis adalah sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Menulis masih saja menjadi momok yang menakutkan bagi mereka yang tidak pernah memulai untuk menulis. Padahal kegiatan menulis sama halnya dengan anak bayi yang belajar untuk berjalan yang membutuhkan waktu dan kebiasaan serta keuletan. 

Menulis adalah proses. Kita belajar untuk berproses sebagaimana analogi anak bayi belajar berjalan. Proses ini membutuhkan kebiasaan dan kepercayaan diri. Proses belajar ini kemudian mengakumulasi pengetahuan kita bagaimana cara menulis yang baik dan benar.

Menulis tidak harus dimulai dengan hasil tulisan yang bagus. Kita dapat mencobanya dengan mulai menulis apa yang ada dipikiran kita, keseharian kita, dan kegiatan-kegiatan yang akan kita lakukan. Dengan begitu, kita sudah dapat memulai kegiatan menulis dengan mudah.

Awalnya saya sendiri memiliki ketakutan dalam memulai kegiatan menulis. Ketakutan itu terus menghantui saya hingga akhirnya kegiatan menulis hanya menjadi mimpi yang tidak pernah tercapai. Ide/gagasan yang ada dipikiran saya, hilang begitu saja tanpa ada jejak sama sekali.

Seperti kata Pramoedya Ananta Toer,

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah, menulis adalah bekerja untuk keabadian"

Saya mulai memberanikan diri untuk menulis. Ide/gagasan yang saya miliki, saya tuangkan dalam bentuk tulisan. Saya memulainya dengan kalimat-kalimat yang sederhana. Temanya juga tidak begitu rumit. Mulai dari aktifitas yang saya lakukan dalam sehari hingga merangkum bacaan-bacaan yang telah saya baca.

Seiring berjalannya waktu, saya terbiasa untuk menulis apapun dalam sehari. Tulisan yang tadinya hanya membentuk beberapa kalimat, terus bertambah hingga menghasilkan sebuah karya.

Menjadi seorang penulis, sangat disarankan untuk belajar dengan penulis lain. Menerima kritikan dan saran dari orang lain, serta membaca tulisan-tulisan hasil karya orang lain. Hal ini membantu saya untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan sendiri. 

Kesalahan umum yang biasa saya lakukan pada saat menulis yaitu ide/gagasan yang saya tulis tidak tersusun secara sistematis. Tulisan yang dihasilkan tidak selaras dengan tema. Sehingga, hasil karya menjadi tidak konsisten.

Dibutuhkan format tulisan agar pada saat menulis kita tidak keluar dari tema yang diinginkan. Salah satu format tulisan yang sering saya gunakan pada saat menulis tentang kondisi sekolah adalah sebagai berikut.

Awal: Bagian yang menceritakan situasi awal meliputi tanggung jawab sebagai guru dan tujuan pengajaran yang harus dicapai. Beberapa pertanyaan pancingan:
  1. Apa tanggung jawab anda sebagai guru dalam menjalankan suatu strategi pengajaran/pendidikan tersebut (sesuai topik)?
  2. Apa sasaran yang ingin anda capai dalam menjalankan tanggung jawab itu?
Tantangan: Bagian yang menceritakan tantangan atau kesulitan yang harus dicapai untuk mencapai tujuan pengajaran. Pertanyaan pancingan:
  1. Apa yang Anda lakukan untuk melakukan persiapan pengajaran termasuk untuk memahami siswa Anda dan mencari peralatan yang dibutuhkan?
  2. Apa tantangan (kesulitan, hambatan, kendala dll) yang anda hadapi dalam mengemban tanggung jawab dan dalam mencapai sasaran yang ingin anda capai? Tantangan bisa berupa kemampuan diri, karakteristik siswa, sikap masyarakat, kondisi geografis dan lainnya.
Aksi: Bagian yang menceritakan strategi dan pelaksanaan strategi belajar termasuk penyesuaian strategi bila ada. Pertanyaan pancingan:
  1. Bagaimana strategi belajar yang anda siapkan? Tuliskan setiap tahapannya
  2. Bagaimana serunya pelaksanaan strategi tersebut? Bagaimana respon siswa anda dan bagaimana anda menanggapi respon siswa tersebut?
Pelajaran: Bagian yang menceritakan pelajaran hasil refleksi terhadap keseluruhan proses. Pertanyaan pancingan:
  1. Apa pelajaran atau inspirasi yang anda dapatkan dari pelaksanaan strategi tersebut? Bila ada, ceritakan juga pengalaman dan komentar mengesankan mengenai pelajaran tersebut
  2. Apa yang perlu dikembangkan dari strategi tersebut?
Format tulisan di atas saya dapatkan dari Kampus Guru Cikal, sebuah komunitas guru yang berskala nasional. Komunitas ini mengajarkan banyak hal tentang masalah-masalah di dunia pendidikan. Bukan hanya itu, komunitas ini juga menjadi wadah bagi guru-guru se-Indonesia untuk belajar bersama, baik secara daring/online maupun diskusi langsung.

Untuk itu, di tengah penyebaran virus covid-19, saya mengajak sobat-sobat ambyarr~ untuk tetap di rumah dan memulai kegiatan menulis yang produktif. 


Oleh: Redaksi

Popular Posts

Metode Etnografi Dalam Institusi Sosial

Penyusunan RPP 1 Lembar

Individu Kelompok dan Hubungan Sosial